Selasa, 24 Oktober 2017

Tahun Depan, Singapura Hentikan Pertumbuhan Kendaraan Bermotor

     DAFTAR SEKARANG DAN DAPATKAN BONUS HANYA DI 75pkgames
Pemerintah Singapura akan membekukan pertumbuhan mobil pribadi mulai tahun depan.
Pertumbuhan jumlah mobil penumpang dan sepeda motor akan diturunkan menjadi 0 persen per tahun dari sebelumnya sebesar 0,25 persen.
Aturan yang dikeluarkan otoritas transportasi darat Singapura (LTA) itu akan belaku pada Februari 2018.
Dalam sebuah pernyataan pada Senin (23/10/2017) seperti dikutip dari AFP, LTA menyebutkan jalanan menguasai 12 persen dari keseluruhan daratan di Singapura sehingga membatasi ekspansi lahan.
Namun demikian, negara yang menetapkan harga tinggi untuk setiap pembelian mobil pribadi itu berjanji akan memperbanyak transportasi umum.
Pemerintah Singapura akan mengeluarkan dana sebesar 28 miliar dolar Singapura atau sekitar Rp 278 triliun selama lima tahun ke depan untuk memperluas dan meningkatkan layanan transportasi publik.

Negara dengan penduduk sekitar 5,6 juta ini telah menerapkan sistem yang mengatur jumlah penjualan kendaraan, termasuk kendaraan yang beroperasi di jalanan.
Langkah itu diambil guna menghindari kemacetan lalu lintas, yang juga dihadapi oleh kota-kota lainnya di Asia. 
Selain membebankan biaya amat mahal untuk warga yang membeli mobi, mereka juga harus memperoleh "sertifikat jatah" yang berlaku selama 10 tahun.
Biaya untuk mendapat sertifikat kepemilikan mobil itu sekitar 50.000 dolar Singapura atau sekitar Rp 497 juta.
Sebagai contoh, untuk memiliki sebuah mobil sedan Toyota Corolla Altis, bisa menghabiskan dana sekitar 111.000 dolar Singapura atau Rp 1,1 miliar, termasuk biaya sertifikat.
Harga itu sekitar empat kali dari harga mobil dengan jenis dan tipe yang sama persis di Amerika Serikat.
Hingga akhir tahun lalu, tercatat lebih dari 600.000 unit mobil pribadi di Singapura.

Tidak diketahui sampai kapan pembekuan ini akan dilakuan. Namun, pemerintah tidak membatasi jumlah bus dan kendaraan niaga.

Ancaman Nuklir Korut Berada pada "Titik Kritis" dan Makin Dekat

     DAFTAR SEKARANG DAN DAPATKAN BONUS HANYA DI 75pkgames
Kementerian Pertahanan Jepang mengklaim pengembangan nuklir dan senjata konvensional Korea Utara (Korut) telah memasuki "titik kritis dan mungkin segera terjadi".
Menteri Pertahanan Jepang, Itsunori Onodera, mengatakan, sangat penting bagi negara terkait untuk mulai menghadapi ancaman nyata tersebut.
Pernyataan Onodera itu dilontarkan saat berkunjung ke perusahaan Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel), di Filipina.
"Ancaman dari Korut telah berkembang ke level yang belum pernah terjadi, kritis, dan mungkin segera terjadi," katanya seperti dilansir Independet, Selasa (24/10/2017).
"Untuk itu, kami telah mengkalibrasi dan merespons dengan melakukan pertemuan untuk membahas tingkat ancaman tersebut," tambahnya.
Komentar Onodera itu datang di tengah meningkatnya ketegangan antara Korut dan Barat, termasuk AS dan sekutu-sekutunya seperti Korsel dan Jepang.
Sejak kepemimpinan Kim Jong Un di negara tersebut pada 2011, dia telah mempercepat program senjata nuklirnya.
Dalam beberapa bulan terakhir, dia tetap melanjutkan uji coba rudal roket antarbenua, kendati mendapat seruan dari masyarakat internasional untuk tidak melakukannya.
Banyak ahli meyakini rudal tersebut, yang mana sudah diuji coba hingga melewati pulau Hokkaido, Jepang utara, bisa mencapai daratan utama AS.
Pada saat yang sama, dia juga telah menguji muatan nuklir yang bisa dibawa oleh rudal tersebut.
Sementara itu, AS menanggapi aksi Korut dengan serentetan retorika. Seperti pada pidato pertama Presiden AS Donald Trump di depan Majelis Umum PBB.
Trump mengatakan, AS mungkin harus "menghancurkan total" Korut. Dia juga mengecam upaya diplomat tertingginya, Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson.
Bulan lalu, Tillerson menyatakan bahwa AS sedang melakukan “kontak langsung” dan menjajaki perundingan dengan Korea Utara.
"Aku memberitahu Rexillerson, Menteri Luar Negeri yang hebat, bahwa dia membuang waktu untuk mencoba bernegoisasi dengan si 'Pria Roket Kecil'," tulis Trump di akun Twitter-nya.
Pria Roket Kecil itu merujuk pada pimpinan Korut, Kim Jong Un. "Simpanlah energimu, Rex. Kita akan melakukan apa yang harus dilakukan," lanjut Trump.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Korsel, Song Young-moo, mengatakan perilaku provokatif Korut menjadi lebih buruk dan makin buruk lagi.
Sebelumnya, Mantan Presiden AS, Jimmy Carter, menyatakan kesediaannya untuk berkunjung ke Korut mewakili Gedung Putih untuk meredakan situasi.

Sidak ke Cikini, Anies Malah Ditawari Beli Lahan

     DAFTAR SEKARANG DAN DAPATKAN BONUS HANYA DI 75pkgames
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mempertimbangkan penawaran Lurah Cikini Ati Mediana untuk membeli sebidang tanah di sebelah kantor Kelurahan Cikini. Pemilik lahan tersebut berniat menjual tanah dan menawarkannya kepada pemerintah DKI.
Ati menyampaikan pada Anies bahwa lahan tersebut bisa dipakai untuk membangun pusat kesehatan masyarakat dan ruang publik terpadu ramah anak. "Bu Lurah menyampaikan di sebelah ada lahan. Ternyata di kelurahan ini belum punya Puskesmas dan tidak ada RPTRA," kata Anies saat berkunjung ke Kelurahan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa, 24 Oktober 2017.
Anies menuturkan, Kelurahan Cikini bukan berada di wilayah baru Jakarta tapi uniknya malah tidak punya Puskesmas. Ia melihat bahwa pemerintah kesulitan lahan untuk membangun layanan kesehatan bagi 16 ribu warga Kelurahan Cikini. "Untungnya ada yang nawarin," kata dia.
Meski begitu, Anies tidak terburu-buru untuk mengambil keputusan soal eksekusi lahan. Pemanfaatan lahan itu, kata dia, akan dibicarakan dulu. Buat dia, yang paling penting adalah tidak ada lagi masyarakat yang tidak bisa memiliki akses pada pelayanan kesehatan yang baik.
Kunjungan Anies ke kantor Kelurahan Cikini berkaitan dengan inspeksi dadakan yang dilakukan pagi ini. Ia ingin memastikan pelayanan terhadap warga berjalan dengan baik. "Saya datang ke sini untuk melihat langsung. Bukan mencari masalah, bukan menjebak orang, tapi tujuannya mari bekerja sama-sama, kami ingin semua aparatur bekerja bersama mengubah Jakarta," ujarnya.

Senin, 23 Oktober 2017

Meriam Raksasa Korut Ini Bisa Hantam Seoul dari Perbatasan

     DAFTAR SEKARANG DAN DAPATKAN BONUS HANYA DI 75pkgames

Peluru meriam berkaliber 170 milimeter itu bisa menghantam Seoul, Korea Selatan jika ditembakkan dari perbatasan kedua Korea. Mirror
Hingga saat ini Korea Utara ditakuti karena kemampuannya mengembangkan persenjataan balistik antar-benua yang bisa mengangkut hulu ledak nuklir.

Banyak kalangan yakin Korea Utara, di tengah tekanan sanksi internasional dan keterbatasan lainnya, mampu mengembangkan rudal yang bisa mencapai sasaran nun jauh dari negeri itu.

Namun, peralatan perang Korea Utara bukan hanya rudal-rudal balistik saja. Negeri itu masih memiliki senjata konvensional yang secara teori mampu menghantam ibu kota Korea Selatan, Seoul.

Salah satunya adalah meriam raksasa Koksan yang diklaim pelurunya bisa menghantam Seoul jika ditembakkan dari perbatasan kedua negara.

Meriam berkaliber 170 milimeter itu bisa mengenai target dalam jarak 60 kilometer. Artinya, kota Seoul yang hanya berjarak 56 kilometer dari perbatasan masuk ke dalam jarak tembak meriam raksasa ini.

Meriam Koksan memang bukan barang baru karena merupakan buatan paruh pertama abad ke-20. Meriam jenis ini bahkan sudah tak dipakai banyak negara ketika teknologi persenjataan maju pesat sejak 1950-an.

Meski demikian, Korea Utara masih menyimpan dan mengandalkan meriam-meriam raksasa ini yang asal muasal namanya masih menjadi misteri.

Koksan diyakini bukan nama asli senjata itu. Nama itu diberikan sesuai dengan nama daerah tempat pertama kali senjata itu terlihat intelijen Barat pada 1978.

Sebagian besar persenjataan Korea Utara di masa itu diperoleh dari Uni Soviet, tetapi Negeri Beruang Merah tak pernah mengembangkan meriam dengan kaliber 170 milimeter.

Kemungkinan besar Koksan diambil dari senjata-senjata pertahanan pantai Jepang atau meriam K18 buatan Jerman yang banyak dipakai pada Perang Dunia II.

Meriam Koksan sebenarnya pernah dipakai dalam perang sesungguhnya. Dalam dekade 1980-an, Korea Utara sudah menjual sistem persenjataan ini ke Iran yang saat itu terlibat perang dengan Irak.

Pada 1986, Iran merebut Semenanjung Al-Faw yang terletak tak jauh dari ladang-ladang minyak Kuwait yang dianggap sebagai sekutu Irak.

Dari Semenanjung Al-Faw, Iran kemudian menembaki ladang-ladang minyak Irak dengan menggunakan meriam Koksan ini.

Pada 1988, Irak, dengan menggunakan senjata kimia berhasil mengusir pasukan Iran dari Semenanjung Al-Faw. Saat itulah Irak merebut beberapa unit meriam Koksan yang kemudian diperiksa oleh AS yang menemukan adanya jejak senjata kimia.

Kembali ke meriam Koksan milik Korea Utara, oleh militer negeri itu, meriam raksasa tersebut dipasang di atas tank Type 59 buatan China.

Meski bisa dengan mudah berpindah karena berada di atas sebuah tank, tetapi para prajurit yang mengoperasikan senjata ini amat rentan terkena tembakan musuh.

Namun, tentu saja Korea Utara akan menempatkan meriam-meriam ini di lokasi yang sudah diperkuat di sepanjang perbatasan sehingga tak mudah diserang lawan.


Lima Mantan Presiden AS Galang Dana untuk Korban Badai

     DAFTAR SEKARANG DAN DAPATKAN BONUS HANYA DI 75pkgames

Lima mantan presiden AS (dari kiri ke kanan), Jimmy Carter, George Bush, George W Bush, Barack Obama, dan Bill Clinton. Mereka berkumpul untuk membantu penggalangan dana bagi korban terjangan sejumlah angin topan di Amerika Serikat tahun ini.JIM CHAPIN / AFP
Lima mantan presiden Amerika Serikat berkumpul dalam sebuah acara konser penggalangan dana untuk para korban badai yang melanda negeri itu tahun ini.

Digelar di Universitas Texas A&M, konser bertajuk "The One America Appeal" itu dihadiri Barack Obama, George W Bush, Bill Clinton, George HW Bush, dan Jimmy Carter.

Selain sejumlah musisi rock dan country, konser tersebut diramaikan juga oleh Lady Gaga.

"Tiada yang lebih indah dari semua orang yang mengesampingkan perbedaan demi membantu kemanusiaan di tengah bencana. #OneAmericaAppeal," kata Lady Gaga lewat akun Twitternya.

Kehadiran lima mantan presiden itu, tiga dari Partai Demokrat dan dua dari Partai Republik, turut mendongkrak jumlah uang yang disumbangkan untuk para korban badai Harvey, Irma, dan Maria.

Secara keseluruhan, dana yang terkumpul dalam acara itu mencapai 31 juta dolar AS atau sekitar Rp 418 miliar.

Konser itu digelar setelah Badai Harvey menerjang Texas pada Agustus lalu dan menimbulkan kerugian senilai miliaran dolar.

Badai Irma dan Maria memperparah keadaan dan wilayah yang terdampak pun semakin luas hingga mencapai Florida, Puerto Rico, dan Kepulauan Virgin AS.

"Sebagai mantan presiden, kami ingin membantu sesama warga Amerika sehingga mereka bisa mulai pulih," kata Obama.

Mantan Presiden George W Bush menambahkan, "Orang-orang menderita di sini. Namun, sebagaimana dikatakan orang Texas, 'Kami punya lebih banyak cinta di Texas daripada air'."

Kelima mantan presiden tampil bersama di panggung saat lagu kebangsaan AS dikumandangkan.

Presiden Donald Trump tidak bergabung dengan mereka, meski dia sempat mengirim pesan berisi ucapan terima kasih dan sanjungan atas pekerjaan "hebat" itu.


Tak Hanya Panglima Gatot Pejabat TNI yang Ditolak Masuk AS

     DAFTAR SEKARANG DAN DAPATKAN BONUS HANYA DI 75pkgames

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo bukan satu-satunya pejabat TNI yang ditolak berkunjung ke Amerika Serikat. Sebelum Gatot, ada sejumlah petinggi TNI yang juga pernah ditolak bertandang ke AS.

Berikut daftar enam nama petinggi TNI itu:

Wiranto

Menteri Koordinator Bidang Hukum, Politik, dan Keamanan RI itu dilarang masuk ke Amerika Serikat pada 15 Januari 2004. Kala itu, ia masih menjabat sebagai Jenderal TNI (Purn) dan calon presiden 2004. Wiranto dituduh terlibat kejahatan perang oleh pengadilan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Ia didakwa terlibat tindak kekerasan di Timor-Timur pada 1999.

Prabowo Subianto

Bekas Panglima Kostrad, Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto terakhir ke Amerika Serikat pada 1998 atau 1999. Ia tercatat mengajukan visa ke negeri itu pada Maret 2014. Saat itu, Ketua Umum Partai Gerindra itu akan menghadiri wisuda puteranya di sebuah universitas di Boston. AS menolaknya masuk karena Prabowo dianggap terlibat kejahatan perang pada saat pemerintahan Presiden Soeharto.

Zacky Anwar Makarim

Mayor Jenderal TNI (Purnawirawan) itu juga pernah dicekal masuk Amerika Serikat pada Februari 2014. Kongres Amerika Serikat menilai pimpinan TNI belum diadili menurut kaidah peradilan internasional terkait peristiwa Santa Cruz di Timor Leste pada 12 November 1991.

Sjafrie Sjamsoeddin

Mantan Menteri Pertahanan ini dicekal saat ia masih menjabat sebagai Letjen TNI (Purnawirawan). Ia dilarang masuk saat sedang mendampingi Presiden SBY menghadiri pertemuan kelompok G20 di Pittsburgh, Amerika Serikat pada Oktober 2009. Ia dicekal karena diduga terlibat dalam peristiwa Santa Cruz di Timor Leste pada 12 November 1991.

Pramono Edhie Wibowo

Ketua Badan Pembina, Organisasi, Keanggoataan dan Kaderisasi (BP-OKK) DPD Partai Demokrat tersebut dicekal pada Oktober 2009. Saat itu ia menjabat sebagai Mayor Jenderal TNI (Purnawirawan). Ia diduga terlibat kejahatan perang di Timor Leste pada 1999.

Suryo Prabowo

Letjen TNI (Purnawirawan) itu dilarang masuk Singapura pada Agustus 2016. Namanya masuk dalam daftar hitam yang membuatnya tidak diperbolehkan bertandang ke sana.

Kementerian Luar Negeri RI telah meminta penjelasan kepada Ameriksa Serikat mengenai penolakan ini. Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo seharusnya hadir memenuhi undangan pertemuan dengan para panglima angkatan bersenjata se-Asia Pasifik yang berlangsung pada Senin, 23 Oktober 2017. Ia menjadi tamu dalam Chiefs of Defense Conference on Country Violent Extremist Organization di Washington, DC

Namun, rombongan Gatot yang berjumlah enam orang yang akan bertolak dengan pesawat Emirates EK 357 pada pukul 17.50 dihampiri sejumlah staf Emirates. Mereka mengatakan Gatot dan rombongan tak bisa terbang karena ada larangan masuk dari imigrasi Amerika Serikat (U.S. Customs and Border Protection).

Sandiaga Salahkan Kebijakan Era Djarot saat Relokasi PKL di Sini

     DAFTAR SEKARANG DAN DAPATKAN BONUS HANYA DI 75pkgames

Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno menilai Pemerintah DKI tidak memperhatikan lokasi binaan pedagang kaki lima di Jalan Cengkeh, Taman Sari, Jakarta Barat. Hal ini membuat pedagang yang berjualan di sana mengeluhkan sepinya pembeli.

"Pertama memang kalau menata pusat-pusat ekonomi khususnya apalagi yang kelas menengah ke bawah harus dilakukan dengan menggunakan data dari pada traffic orang yang belanja," ujar Sandiaga di Balai Kota Jakarta, Senin (23/10/2017).

Ia menduga pemerintah Jakarta era Djarot Saiful Hidayat tidak menghitung dengan matang saat ingin merelokasi PKL di sana.

Sandiaga berencana membahas hal ini dengan pihak terkait, yakni Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.

"Jadi nggak bisa kita punya lokasi kita harapkan orang datang ke sana. Harus di lihat berbasis data dan ini nanti yang akan kita rapatkan," kata Sandiaga.

Ia khawatir PKL yang sudah direlokasi di lokbin jalan Cengkeh akan kembali berjualan di kawasan Kota Tua karena sepinya pembeli. Jarak antara lokbin dengan kawasan kota tua sekitar 200 meter.

"Apalagi sekarang daya beli yang cukup lemah dan harus betul-betul hati-hati dalam melakukan penataan. Saya dengarkan dulu masukan dari temuan di lapangan dan nanti kami sandingkan dengan data-data," kata dia.

Sebelum masa jabatannya sebagai gubernur DKI berakhir 15 Oktober 2017, Djarot meresmikan Lokbin PKL di Jalan Cengkeh pada 5 Oktober 2017. Saat ini pedagang mengeluhkan sepinya pembeli di sana.

Minggu, 22 Oktober 2017

Perang Dunia III: Korea Utara Sebut AS Agresor dan Korsel Boneka

     DAFTAR SEKARANG DAN DAPATKAN BONUS HANYA DI 75pkgames

Rezim Kim Jong-un Korea Utara telah berulang kali merespons operasi militer Amerika Serikat di Semenanjung Korea dengan peluncuran rudal balistik.
Kali ini, rezim komunis ini mengecam tentara Amerika, yang berlatih perang dengan militer Korea Selatan di perairan sekitar Semenanjung Korea.

“Pasukan imperialis Amerika dan boneka Korea Selatan dilaporkan semakin ngotot melakukan manuver perang terhadap DPRK (Democratic People's Republic of Korea),” demikian pernyataan yang dilansir media resmi Korea Utara, KCNA, seperti dilansir media Express, Ahad, 22 Oktober 2017.

KCNA juga dilaporkan menyatakan, ”Para penyuka perang dari boneka angkatan laut Korea Selatan mengumumkan dalam acara Komite Pertahanan 'National Assembly' pada 19 Oktober bahwa mereka akan menggunakan helikopter Apache dari Divisi 2 pasukan imperialis agresor Amerika dalam latihan operasional gabungan.”

KCNA dilaporkan juga menulis, ”Adapun pasukan darat Amerika dilaporkan semakin serius melakukan latihan untuk perang darat di dalam terowongan di bagian utara dan bersiap untuk perang jalanan serta melengkapi pasukan mereka dengan peralatan baru.”
Respons KCNA ini muncul setelah pesawat pengebom supersonik B-1B Lancer mempertontonkan kekuatan dalam acara pameran senjata ADEX Korea Selatan, yang ditutup pada Sabtu lalu.
Pesawat supersonik pengebom strategis B-1B melintasi wilayah udara Korea Selatan sebagai bagian dari kegiatan pameran senjata dan latihan gabungan militer Amerika dengan Korea Selatan.
Sejak Senin lalu, latihan gabungan ini digelar. Beberapa hari kemudian, pameran Aerospace and Defence Exhibition 2017 pun dimulai.
“Kedua pesawat pengebom terbang sangat rendah sehingga bisa terlihat jelas oleh para pengunjung pameran. Raungan mesin pesawat dan getarannya begitu terasa sehingga membuat para penonton merasa tercekam,” kata seorang pejabat kementerian Korea Selatan.
Kedua pesawat pengebom itu terbang dari Pangkalan Udara Anderson Air Base di Pulau Guam sebelum memasuki langit Korea Selatan.
Penerbangan kali ini terjadi hanya sebelas hari setelah pesawat yang sama melakukan manuver malam di pesisir pantai timur dan barat Korea Selatan sebagai unjuk kemampuan terhadap militer Korea Utara.

Ucapan Presiden Trump kembali Menuai Kritik, Ini Ceritanya

     DAFTAR SEKARANG DAN DAPATKAN BONUS HANYA DI 75pkgames

Presiden Donald Trump kembali memicu kontroversi setelah mengatakan kepada istri seorang tentara yang tewas dalam tugas bahwa dia tahu untuk apa masuk militer.  Sersan La David Johnson, seorang tentara Pasukan Khusus, termasuk di antara 4 tentara Amerika Serikat yang terbunuh saat bertugas di Niger.
Trump kemudian menelpon istri Johnson, Myeshia Johnson yang tengah hamil anak ketiga dan berbicara dengannya selama sekitar 5 menit.
"Dia (Johnson) tahu untuk apa mendaftar jadi tentara, tapi ketika itu terjadi, sangat menyakitkan," kata Trump, seperti yang dilansir Telegraph pada 18 Oktober 2017.

Pernyataan Trump pada Selasa, 17 Oktober 2017 yang dianggap tidak sensitif itu lantas mendapat kritik terutama oleh lawan politiknya. Anggota Kongres Frederica Wilson mengatakan, dia tercengang dengan pernyataan Trump yang tidak pantas itu.
"Hampir seperti mengatakan, 'Anda mendaftar untuk melakukan ini, dan jika Anda tidak ingin mati, seharusnya tidak mendaftar'," kata Wilson.
Anggota Kongres Demokrat dari Florida mengatakan bahwa telepon tersebut berlangsung sekitar 3-5 menit dan satu-satunya kata yang diucapkan janda tersebut kepada Trump adalah "terima kasih".
"Ini sangat tidak sensitif, seharusnya dia tidak mengatakan hal itu, seharusnya dia tidak mengatakannya," kata Wilson.
Setelah dikritisi, Trump kemudian mengunggah status di Twitter megatakan bahwa "Sgt La David Johnson adalah pahlawan.
Johnson mendaftar pada Januari 2014 dan menantang peluang untuk menjadi anggota Kelompok Pasukan Khusus ke-3 bergengsi di Fort Bragg, North Carolina.

Namun pria berusia 25 tahun itu terbunuh pada 4 Oktober setelah kelompoknya diserang oleh lebih dari 50 milisi ekstrimis Niger. Jasadnya sempat tertinggal saat evakuasi awal dan baru 2 hari kemudian ditemukan kembali.
Trump tengah bermain golf saat jasad Johnson tiba di Pangkalan Angkatan Udara Dover di Delaware pada tanggal 7 Oktober.
Percakapan telepon Trump dengan istri mendiang Johnson terjadi beberapa hari setelah dia dikritik karena mengatakan bahwa presiden sebelumnya tidak menghubungi keluarga tentara yang gugur dalam tugas.
"Presiden Barack Obama dan beberapa lainnya, saya kira mungkin memang kadang-kadang dan mungkin tidak menelepon dan menulis surat kepada keluarga prajurit yang gugur. Tapi saya suka, kapan pun saya bisa, melakukan sebuah panggilan dan juga sepucuk surat."
Selain Johnson, pasukan Amerika yang tewas dalam serangan milisi Niger adalah Staf Sersan Bryan C. Black, 35, dari Washington; Staf Sgt. Jeremiah W. Johnson, 39, dari Ohio, dan Staf Sgt. Dustin M. Wright, 29, dari Georgia.
Gedung Putih mengatakan bahwa  Donald Trump telah menghubungi keempat keluarga yang berduka dan mengucapkan belasungkawa atas nama bangsa dan meyakinkan pengorbanan luar biasa keluarga mereka kepada negara tersebut tidak akan pernah terlupakan.

Myanmar Usir Diplomat Korea Utara Terkait Sanksi PBB

     DAFTAR SEKARANG DAN DAPATKAN BONUS HANYA DI 75pkgames

Pemerintah Myanmar mengusir seorang diplomat asal Korea Utara terkait sanksi yang dijatuhkan PBB kepada negara itu.
"Pemerintah mengambil langkah yang diperlukan dengan mengusir Kim Chol Nam, seorang warga yang bekerja untuk Republik Demokratik Rakyat Korea sebagai Sekretaris Kedua di kedutaan Korea Utara di Myanmar," demikian pernyataan pemerintah Myanmar, Jumat, 20 Oktober 2017.

Beberapa laporan media menyebutkan Kim berasal dari Korporasi Pengembangan Perdagangan Tambang Korea (KOMID), yaitu lembaga yang termasuk dalam daftar sanksi ekonomi Dewan Keamanan PBB.
"Kedutaan Korea Utara telah membalas surat dari pemerintah Myanmar dengan mengatakan telah meminta Kim pulang pada April dan meminta keluarganya meninggalkan negeri itu Juni 2017."
KOMID adalah sebuah perusahaan Korea Utara yang diyakini menjadi channel ekspor senjata dan peralatan Korea Utara terkait dengan misil balistik.
"KOMID masuk dalam daftar hitam Dewan Keamanan PBB pada 2009," tulis media Korea Selatan Yonhap.

Adapun Myanmar memiliki kedekatan hubungan dengan Korea Utara. Pengusiran itu pertama kali terjadi sehubungan dengan sanksi PBB yang diterapkan terhadap Korea utara.



Sabtu, 21 Oktober 2017

Serangan Misterius, 24 Staf Kedubes Alami Masalah Kesehatan

     DAFTAR SEKARANG DAN DAPATKAN BONUS HANYA DI 75pkgames

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengkonfirmasi bahwa terdapat 24 orang yang menderita masalah kesehatan menyusul dugaan 'serangan misterius' yang terjadi di kedutaan besar negara itu Kuba sejak awal tahun ini. Penyelidikan hingga saat ini masih dilakukan atas kasus tersebut.

"Kami juga tidak dapat mengesampingkan kemungkinan adanya jumlah korban baru karena hingga saat ini tim medis terus memeriksa dan melakukan evaluasi atas kesehatan anggota kedutaan," ujar juru bicara Departemen Luar Negeri AS Heatther Nauert dalam sebuah penyataan, Jumat (20/10).

Sebelumnya, dilaporkan 21 orang yang bekerja di Kedutaaan Besar AS di Havana mengalami berbagai macam masalah kesehatan. Mulai dari trauma otak ringan, mual, pusing, hingga kehilangan pendengaran.

Laporan awal mengindikasikan masalah itu dapat berkaitan dengan peralatan sonik yang menghasilkan gelombang suara, yang diyakini tak dapat terdengar seperti umumnya, namun bisa membuat orang menjadi tuli. Meski demikian, dugaan tersebut belum dapat dibuktikan sepenuhnya.

Pemerintah Kuba telah membantah melakukan serangan terhadap staf Kedutaan Besar AS. Sementara itu, AS hingga saat ini belum menyebutkan secara jelas siapa pihak yang diyakini menjadi pelaku di balik dugaan serangan misterius tersebut.

Kontroversial, Presiden Mugabe Ditunjuk Jadi Duta WHO

     DAFTAR SEKARANG DAN DAPATKAN BONUS HANYA DI 75pkgames

Presiden Zimbabwe Robert Mugabe EPA/Guardian
Badan Kesehatan Dunia (WHO) Perserikata Bangsa-bangsa (PPB), menunjuk Presiden Zimbabwe Robert Mugabe menjadi duta, demi membantu mengatasi penyakit tidak menular.

Pimpinan WHO yang baru Tedros Adhanom Ghebreyesus memuji Zimbabwe atas komitmennya terhadap kesehatan masyarakat.

Namun para pengamat mengatakan, di masa pemerintahan Mugabe yang sudah berlangsung selama 37 tahun, layanan kesehatan Zimbabwe justru kian memburuk.

Disebutkan, pemerintah sering tidak membayar gaji para staf dinas kesehatan, sementara pasokan obat-obatan pun sering mengalami kelangkaan.

Tedros, warga Etiopia, adalah orang Afrika pertama yang memimpin WHO. Dia terpilih dengan mandat untuk menangani politisasi yang dirasakan di dalam organisasi PBB tersebut.

Pada Juni lalu,  Tedros menggantikan Margaret Chan, yang telah 10 tahun memimpin WHO.

Keputusan kontroversial

Penunjukan Presiden berusia 93 tahun ini menimbulkan keheranan di antara banyak negara anggota WHO, dan juga negara donor.

Status sebagai duta WHO memang sekadar merupakan status yang sangat simbolis.

Namun simbolisme memberikan status itu kepada orang yang kepemimpinannya "tidak populer" sangat tidak populer.

Zimbawe menjalankan pemerintahan penuh dengan catatan pelanggaran hak asasi manusia. Sementara, layanan kesehatan negeri itu juga merosot.


Penyergapan Gagal, 53 Prajurit Mesir Tewas di Tangan Kelompok Militan

DAFTAR SEKARANG DAN DAPATKAN BONUS HANYA DI 75pkgames

Lebih dari 50 anggota pasukan keamanan Mesir tewas dalam bentrokan dengan kelompok militan di kawasan Gurun Barat.

Anggota kelompok militan melepaskan tembakan ke arah pasukan gabungan polisi dan tentara -ketika pasukan keamanan Mesir bermaksud menggerebek persembunyian mereka di dekat oasis Bahariya, di barat daya Kairo.

Berdasarkan keterangan dari Kementerian Dalam Negeri ada 15 anggota anggota kelompok ekstremis Hasm, juga tewas dalam serangan tersebut.

Sejak beberapa tahun terakhir, otoritas Mesir melancarkan upaya militer untuk menumpas pemberontakan kelompok radikal Islam.

Hasm adalah kelompok bersenjata yang menurut pasukan keamanan Mesir merupakan sayap gerombolan bersenjata Ikhwanul Muslimin.

Namun khwanul Muslimin menyangkalnya.

Hasm juga dikenal sebagai satu dari beberapa kelompok yang melancarkan berbagai serangan di Mesir dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam kasus terakhir, pasukan keamanan diduga melakukan seragan penggerebekan itu setelah mendapat informasi tentang kemungkinan tempat persembunyian kelompok militan.

Namun, menurut sumber keamanan, konvoi mereka diserang oleh militan yang bersenjatakan roket peluncur granat dan bahan peledak buatan.

Sumber tersebut juga mengatakan, situasi menjadi lebih parah, karena gerilyawan lebih mengenal daerah itu.

Sementara, komandan pasukan keamanan mengalami masalah telekomunikasi yang buruk di padang pasir, hingga tidak dapat meminta bantuan darat dan udara.